Kopi Khatulistiwa - Nenek Moyang di Nusantara mengenal kopi dari kualitas aroma yang dihasilkan. Aroma yang timbul saat kopi di olah (diseduh) dapat mencerminkan rasa dan kualitas kopi yang dihidangkan.
Cita rasa yang diharapkan para pecinta kopi dari zaman ke zaman pastinya berbeda. Namun ada kesamaan yakni pada beberapa sisi diantaranya aroma kopi yang kuat, rasa yang lembut saat dinikmati, serta nikmat yang timbul sesudah kopi diminum.
Rasa yang timbul ketika kita mengkonsumsi kopi pada umumnya dibedakan menjadi 3 varian. (klik disini).
Adapun tekhnik penyeduhan ala nenek moyang kita yang tidak lagi digunakan diantaranya adalah :
- Menggunakan kompor berbahan baku tanah
- Menggunakan Bahan Bakar Kayu
- Menggunakan wadah penggorengan dari bahan baku tanah liat
cita rasa yang ditimbulkan pada jika menggunakan ke tiga bahan diatas merupakan cita rasa yang natural dan alami, sehingga rasa kopi yang ditimbulkan benar-benar sesuai dengan karakter kopi yang akan kita nikmati.
Sederhana namun mulai ditinggalkan, karena itu sesungguhnya Rahasia Kuno Nenek Moyang kita dalam menjaga cita rasa kopi Nusantara.
Adapun tekhnik penyeduhan ala nenek moyang kita yang tidak lagi digunakan diantaranya adalah :
- Menggunakan kompor berbahan baku tanah
- Menggunakan Bahan Bakar Kayu
- Menggunakan wadah penggorengan dari bahan baku tanah liat
cita rasa yang ditimbulkan pada jika menggunakan ke tiga bahan diatas merupakan cita rasa yang natural dan alami, sehingga rasa kopi yang ditimbulkan benar-benar sesuai dengan karakter kopi yang akan kita nikmati.
Sederhana namun mulai ditinggalkan, karena itu sesungguhnya Rahasia Kuno Nenek Moyang kita dalam menjaga cita rasa kopi Nusantara.
