Induk Kopi Indonesia

Kopi Khatulistiwa -  Berbicara tentang kopi memang tidak ada habisnya, namun banyak yang belum tau tentang Induk kopi yang sampai saat ini merajalela di Indonesia. Berikut daftarnya :

1. Kopi Liberika ( Liberica Coffee )
Pertama kali ditemukan di negara Liberia dan banyak yang beranggapan bahwa kopi jenis ini berasal dari tanaman kopi liar yang berada pada daerah tersebut. Kopi liberika pertama kali dibawa oleh bangsa Belanda untuk dibudidayakan menggantikan jenis kopi arabika yang saat itu terkena serangan hama pada abad ke-19. Namun, kopi liberika juga mengalami nasib yang sama dan pada akhirnya bangsa Belanda membawa spesies lain yang lebih kuat terhadap serangan hama yaitu kopi robusta.

2. Kopi Arabika ( Arabican Coffee )
dikenal sejak abad ke-14 ketika budaya minum kopi telah mewabah di berbagai belahan dunia. Meskipun tidak ada yang bisa memastikan kapan kopi Arabika ditemukan, beberapa literatur mengatakan kepada kita bahwa suatu daerah di Afrika yang mencakup Ethiopia dan Eritrea percaya bahwa spesies kopi pertama kali dibudidayakan di Abyssinia. Abyssinia adalah daerah di benua Afrika yang memiliki Ethiopia dan Eritrea. Beberapa varietas kopi terkenal dari arabika termasuk Bourboun, Typica dan Geisha.


Induk Kopi Indonesia


3. Kopi Robusta ( Robusta Coffee )
Pertama kali ditemukan di Kongo, negara bagian tengah Afrika oleh seorang ahli botani Belgia pada tahun 1898. Nama robusta diambil dari kata 'robust' yang berarti kuat. Biji kopi robusta jenis ini memiliki lebih banyak kalori lebih baik dari pada kopi umumnya.


4. Kopi Excelsa ( Excelsa Coffee )
Ditemukan oleh August Chevelier, seorang ahli botani dan ahli taksonomi Perancis dalam aliran sungai Chari di wilayah Afrika Barat pada tahun 1905. Banyak ilmuwan dari salah satu spesies kopi ini dan membuat kopi ini memiliki banyak nama lain, salah satunya adalah Kopi Dewevrei. . Kopi jenis Excelssa ini jarang dilihat oleh banyak orang karena ada yang bisa mengimbangi kopi Arabika dan kopi robusta.

Itulah informasi tentang Induk kopi yang ada di Indonesia. Jadi, kamu mau mencoba yang mana?

SAR

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.